Are you my sparring partner? (orang yang dipinjam Tuhan) - Pelatihan Internet Marketing & Manajemen Proyek Mudah

Pelatihan Internet Marketing & Manajemen Proyek Mudah

Belajar Internet Marketing Promo
Program Pelatihan Internet Marketing Promo Paket SEO MotoGP.
Mulai 20 & 26 September 2015. Lihat di Kursus SEO SEM & SEO Management.


Are you my sparring partner? (orang yang dipinjam Tuhan)

Marc Marquez 2013 MotoGP World Champion

Yang namanya hidup pastilah ada suka dan dukanya. Berselang-seling. Seperti roda kadang seseorang berada di atas. Kadang di bawah.

Ada orang-orang yang saat di atas bisa mempertahankan dirinya sehingga terus berada di atas. Mereka pasti juga pernah di bawah tapi hanya sebentar. Tapi mereka segera bangkit untuk bisa kembali berada di atas.

Tapi ada juga orang yang sebaliknya. Lama berada di bawah tapi tidak naik-naik. Tanya kenapa?

Yang namanya suka dalam kehidupan adalah ketika semua kebutuhan dan keinginan bisa terpenuhi dengan segera. Semuanya selalu tersedia ketika dibutuhkan atau diinginkan.

Sedangkan yang namanya duka adalah hidup tidak sesuai dengan keinginan, walaupun kebutuhan sebenarnya sudah terpenuhi.

Mengapa ada orang-orang yang kita sukai dan mereka menyukai kita? Saling memberikan kebahagiaan dan tidak menyakiti satu sama lainnya?

Tapi mengapa juga harus ada orang yang terus-menerus menyakiti kita, mencari jalan untuk membuat kita susah, merasa kalah, lemah dan menjadi bahan bully-an baginya?


Orang Yang Dipinjam Tuhan

Tentu kita semua sebagai umat Islam benar-benar menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendaknya. Manusia dilahirkan dan dimatikan atas kehendak-Nya. Kebahagiaan dan kesengsaraan ditimpakan atas ijin-Nya. Bahkan sehelai daun yang gugur ke atas tanah pun adalah atas sepengetahuan dan seijin-Nya.

Bagaimana dengan orang-orang yang menyakiti kita itu? Apakah mereka itu juga adalah kehendak-Nya?

Karena semua yang terjadi di alam semesta ini adalah sesuai pengetahuan dan ijin Allah, maka sebenarnya orang-orang yang telah menyakiti kita itu adalah orang-orang yang dipinjam oleh Allah.

Lho bisa begitu?

Allah meminjam orang-orang tersebut untuk menyakiti kita untuk membuat kita menjadi dewasa. Menjadi pembelajar. Mengambil hikmah dari hal-hal yang menyakitkan itu.

Ingat, obat yang murni dan manjur biasanya pahit. Kecuali kalau dicampur dengan pemanis dan komponen aditif lainnya. Tapi kemanjurannya jadi berkurang.

Mengapa harus orang yang dipinjam?

Karena dengan begitu kita jadi bisa belajar. Bisa memahami bahwa ada yang salah di diri kita. Ada yang perlu diperbaiki atau disiapkan untuk menerima hal-hal yang penting di masa yang akan datang.

Kita berdoa meminta kesuksesan dalam hidup di dunia dan akhirat. Dan jawaban Allah adalah bagaimana kita bisa berkontribusi dalam hidup dan kehidupan ini supaya menjadi sukes di dunia dan akhirat.

Maka diadakanlah pelatihan dalam universitas kehidupan ini. Dibuatlah suatu peran dan peristiwanya supaya terjadi hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dan diterapkan di fase-fase kehidupan setelahnya.

Jika kita masih membangkang, maka mungkin bukan orang lagi yang dipinjam oleh Allah untuk mengingatkan kita. Dan kita berharap ini tidak terjadi. Astaghfirullah wa atuubu 'ilaihi.


Bagaimana Jika Ada Orang Yang Menyakiti Diri Kita?

Maka jika ada yang menyakiti diri kita, sesungguhnya mereka dipinjam Allah untuk mendewasakan kita.

Kalau kita sudah memahami hal ini maka yang kita dapatkan nanti adalah hikmah dan pelajaran yang berarti dari peristiwa tersebut. Dan kita mungkin terhenyak dan bersyukur ada yang menyakiti kita. Tapi setelah itu kita langsung kembali bangkit dengan hikmah dan pelajaran yang telah didapat.

Ingatlah bahwa bukan hanya mereka yang dipinjam Allah untuk menyakiti kita. Diri kita pun sering dipinjam Allah untuk menyakiti orang lain. Dan kalau kita renungi, banyak dari perbuatan tersebut baik yang kita sengaja atau tidak sengaja.

Bahkan kalau kita merasa sudah banyak berbuat baik kepada orang pun, bisa saja kita masih dipinjam Allah untuk mendewasakan orang lain. Dengan artian kita menyakiti orang lain padahal tidak ada maksud untuk itu atau tidak sengaja.

Karena mereka dipinjam Allah saat menyakiti kita, maka sikap kita ketika disakiti adalah ikhlas dan memaafkan. Karena mungkin saja sama seperti kita, mereka tidak sengaja atau bahkan tidak tahu sama-sekali bahwa perkataan atau perbuatannya menyakiti kita.

Kecuali kalau terjadi penzoliman yang mengarah pada kekerasan, maka kita wajib melerai diri kita atau orang lain dan mengupayakan perbaikan.

Yang dimaksud dengan menyakiti di sini adalah dengan tulisan, perkataan, dan perbuatan yang tidak mengarah pada kekerasan fisik.

Dengan begini hati kita akan terus lapang, ikhlas dalam melakukan apapun lillahi ta’ala, dan terus-terusan memaafkan orang lain yang telah berbuat dosa kepada kita baik mereka sengaja ataupun tidak.


Rahasia Sukses

Jika kita ikhlas dan memaafkan, maka semua waktu dan sumber daya yang ada akan digunakan seoptimal mungkin untuk menggapai kesuksesan di dunia dan akhirat. Tidak dihabiskan hanya untuk merenungi rasa sakit, balas dendam, marah dan bermusuhan berkepanjangan, dan bahkan saling mencelakakan.

Kunci kebahagiaan dan kesuksesan dunia dan akhirat adalah: ikhlas dan memaafkan.

Jika Anda harus membenci, maka bencilah perkataan atau perbuatannya. Jangan benci orangnya karena dia sama seperti kita: ciptaan Tuhan. Tapi jika Anda mencintai, cintailah orangnya, bukan perkataan dan perbuatannya. Karena orangnya adalah sama dengan kita: ciptaan Tuhan.

Ingin menjadi orang nomer 1 di bidang Anda? Menjadi seperti Michael Jordan, Muhammad Ali, Valentino Rossi, Michael Schumacer, Christian Ronaldo, Messi, Ibnu Khaldun, Al Khawarizmi, Muhammad Al Fatih, Salahuddin Al Ayyubi, dan mereka-mereka yang berprestasi di pentas dunia?

Apakah ciri-ciri utama mereka yang selalu terlihat?

Mereka fokus pada pencapaian tujuan sehingga sakit hati, marah, tersinggung, dendam, dan hal lainnya tidak sempat terbersit di lapisan perasaan dan pikiran mereka. Sehingga lapisan bawah sadar mereka terus membuat program-progam dan SOP-SOP yang semakin hari semakin baik dan kuat.

Jadilah orang ikhlas dan maafkan semua orang, tapi bukan berarti lemah dan mengikuti kehendak orang lain. Namun tetap teguh dan bertekad untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Maafkan dan perbaiki semua kekurangan dan kesalahan.

Sehingga kita bisa tetap fokus pada pencapaian tujuan utama: apakah itu umroh tahun ini, menjadi karyawan berprestasi, atau membuka lapangan kerja baru bagi banyak orang. Dan kita tetap berada di komunitas dengan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Aamiin.


Christiano Ronaldo

Sumber asli: http://www.baitussalam-umroh.com/2014/06/orang-yang-dipinjam-tuhan-promo-program.html
Tag : Motivasi
0 Komentar untuk "Are you my sparring partner? (orang yang dipinjam Tuhan)"

Back To Top